Jumat, 26 Desember 2025

Di Penghujung Tahun 2025

Penghujung tahun 2025 datang dengan sunyi yang penuh makna. Kalender hampir habis, lembarannya tinggal beberapa hari lagi sebelum benar-benar berganti angka. Di momen seperti ini, banyak orang berhenti sejenak—bukan untuk berlari, tetapi untuk menoleh ke belakang, menimbang langkah, dan merapikan harapan. Di penghujung tahun ini, Alhamdulillahi Rabbil 'Alamien saya sungguh banyak bersyukur diantaranya adalah dengan lahirnya putra kami yang ke-Empat pada tanggal 09/12 kemaren. Rasa Syukur tak terkira untuk rizqi yang amat besar ini, kami sekeluarga sugguh tak henti hentinya selalu bermunajat kepadaNya. Tahun 2025 bukan tahun yang sempurna. Ia hadir dengan cerita yang beragam: keberhasilan yang membanggakan, kegagalan yang menyisakan luka, serta proses panjang yang sering kali melelahkan. Ada rencana yang tercapai, namun tidak sedikit pula impian yang harus ditunda. Meski demikian, setiap peristiwa memiliki pelajaran yang tak ternilai. Bagi sebagian orang, 2025 adalah tahun perjuangan. Bertahan di tengah tuntutan hidup, menata ulang tujuan, dan belajar menerima kenyataan menjadi bagian dari keseharian. Di sisi lain, ada pula yang menemukan makna baru tentang diri mereka sendiri—tentang kesabaran, keikhlasan, dan keberanian untuk berubah yang lebih baik terutama Iman tatakrama yang baik kepada Sesama mahkluk ciptaaan Alloh SWT, Penghujung tahun 2025 juga mengajarkan tentang harapan. Harapan yang lahir bukan dari kesempurnaan, melainkan dari kesadaran bahwa kita masih diberi kesempatan untuk memperbaiki diri. Tahun yang baru bukan jaminan segalanya akan mudah, tetapi ia selalu membawa peluang untuk memulai kembali dengan langkah yang lebih bijak. Akhirnya,di sisa-sisa hari tahun 2025 ini, marilah kita belajar berdamai dengan masa lalu, mensyukuri hari ini, dan menyiapkan diri untuk esok. Sebab hidup bukan tentang seberapa cepat kita capai, melainkan seberapa besar Rasa Syukur kita selama satu thn ni yang mana Alloh SWt telah memberi nikat yang sangat besar sekali, sehingga sampe saat ini kita masih bernafas dan diberi kesempatan hidup lebih lama lagi.

0 comments:

Posting Komentar